Showing posts with label Ternak. Show all posts
Showing posts with label Ternak. Show all posts

Monday, August 23, 2021

Cara Memilih Bahan Burung Cendet | Pentet | Bentet


Sampai dengan saat ini breeder atau penangkar burung cendet (Lanius schach) masih belum begitu banyak, sehingga untuk memenuhi permintaan penghobi burung cendet masih banyak dipenuhi dari hasil alam. Para pecinta burung cendet sudah sering memberi saran dan berprinsip, "agar burung cendet dialam tidak mengalami kepunahan, maka peliharalah burung cendet yang masih muda atau bahan anakan, karena burung bahan anakan akan lebih mudah beradaptasi dan bertahan hidup". 

Burung bahan yang sudah tua sangat rentan stress dan mati dalam  perawatan penghobi maka Cara Memilih Bahan Burung Cendet, Pentet atau Burung Bentet adalah dengan memilih burung yang masih bahan muda atau anakan. 

Cendet jantan maupun betina keduanya tetap akan berkicau, maka akan lebih baik jika merawat burung cendet sepasang dengan tujuan di tangkarkan. Namun bagi anda pecinta lomba burung cendet, maka lebih baik hanya merawat burung cendet jantan, karena burung cendet jantan memiliki variasi lagu dan mental yang lebih baik, sehingga akan lebih menarik untuk dipelihara dan dilombakan.

Cara Memilih Bahan/Bakalan Burung Cendet/Pentet/Bentet :

  • Burung muda, lolohan atau semi voer
  • Pilih yang bulunya berwarna cerah menandakan burung sehat
  • Kaki berdiri tegap dengan kuku yang lengkap
  • Sayap mengapit diatas punggung dengan rapat
  • Paruh rapat
  • Mata bening 
  • Nafsu makan bagus
  • Feses normal tidak encer
Beberapa penghobi burung cendet bahkan memberikan ciri khusus Cara Memilih Burung Cendet Bahan adalah dengan melihat bulu dada, yaitu yang berbulu dada dominan putih, berkepala hitam, trotol hitam pekat melebihi permukaan kepala, atau biasa disebut juga Cendet Blangkon atau Cendet Kepala Hitam, paling ting dapatlah burung cendet semi.

Merawat burung bahan butuh ketelitian dan disiplin dalam perawatan, burung bahan yang belum makan voer harus diajari makan voer dengan cara mencampurkan kroto dengan voer halus. Pemberian jangkrik juga harus terkontrol, bila ditinggal bekerja sebaiknya tetap sediakan voer dicampur kroto atau voer dicampur dengan ulat kandang.


Friday, March 21, 2014

Luar Biasa...! Inilah Bukti Cendet Bisa di Ternak

Hari ini, Sabtu 22 Maret 2014 saya lagi asyik menikmati percakapan dengan teman teman sesama anggota Cendet Mania Nusantara, kemudian muncul postingan yang menghebohkan jagad perburungan khususnya Pecinta Cendet, seorang anggota bernama Dhonny Rengga  memposting gambar dan berita bahwa dia telah hampir berhasil menangkarkan burung Cendet, hal ini dibuktikan dengan gambar dimana burung cendet betina sedang ndekem di dalam sarang cawan yang telah dibuatnya.

tak lupa dia juga mohon doanya agar burung yang telah berjodoh itu berhasil menetaskan anakan yang sehat dan imut2. Komentnya para CMN jelas mendukung dan mendoakan agar burung berhasil menetaskan anakan yang berkualitas baik.

Dhony yang berdomisili di Ponorogo - Jawa Timur belum ingin membeberkan rahasia atau triknya berternak burung lovebird karena dia merasa belum sukses jika penjodohan itu belum menghasilkan anakan. karena saat ini burung masih dalam tahap buat sarang, indukan sudah masuk ke sarangnya mudah-mudahan segera bertelur, di erami dan menetas.

Kutipan rahasia yang telah ditularkan oleh dhony adalah :
  • Burung harus berusia diatas 2 tahun baik jantan maupun betina, karena Cendet adalah burung predator yang unik sehingga sulit untuk dijodohkan.
  • Burung diberi makanan alami seperti Belalang, Ulat daun, Jangkrik fulll
  • Cendet Jantan dan Betina berasal dari daerah yang berbeda, mungkin yang jantan asli dari Madura dan si Betina dari Ponorogo.

Berita ini benar-benar luar biasa, inspiratif dan akan menjadi motivasi siapa pun yang memiliki burung cendet untuk diternak, sayangnya om Dhoni belum juga menuturkan seperti apa ciri-ciri burung cendet yang sudah mulai akan bertelur itu.

Monday, February 24, 2014

Simulasi Berternak Burung Cendet/Pentet

 Sangat sulit menemukan artikel yang berkaitan tentang Cara Berternak Burung Cendet, padahal prospek pasar burung ini sangat bagus karena penggemar burung cendet mencapai puluhan ribu (berdasarkan data yang saya peroleh di anggota Cendet Mania Nusantara). Fakta semakin bertambahnya pecinta burung cendet maka mencoba ternak burung cendet sangat mungkin dilakukan agar populasi burung ini di alam liar tidak semakin habis, karena bila tidak dilakukan penangkaran bukan tidak mungkin 5 tahun ke depan burung ini akan punah dialamnya dan tinggal kenangan saja.

Banyak Cendet Mania yang pesimis dan mengatakan "hampir tidak mungkin melakukan penangkaran burung cendet, karena burung ini adalah burung predator yang ganas" hal ini tentu sesuai dengan apa yang pernah Cendet Jatim tulis sebelumnya tentang Karakter Burung Cendet.

Namun, menurut Cendet Jatim tidak ada yang tidak mungkin asalkan kita mau berusaha untuk mencoba, dengan sedikit kesabaran diatas rata-rata, ketelitian dan terus berdoa. Untuk itulah kali ini kami ingin berbagi tulisan tentang Simulasi Berternak Burung Cendet, meskipun belum pernah kami coba sendiri, namun setidaknya bisa menjadi motivasi bagi Cendeters Jatim agar mau berternak burung predator ini.

Persiapan Indukan

Sebagaimana Teori Pembiakan Burung Cendet, maka hal yang perlu dipersiapkan pertama kali adalah menyediakan atau menyiapkan indukan yang telah siap untuk berkembang biak, yaitu yang telah berusia minimal 1 tahun, baik Cendet Jantan maupun Cendet Betina.

Sekedar mengulang, bahwa Cendet Jantan ditandai dengan bentuk kepala yang datar (cepak), memiliki alis dan kepala yang hitam legam bahkan ada yang sampai ke leher (blangkon). Sedangkan yang betina berwarna lebih puyeh (kusam) dengan kepala yang sedikit lebih kembung (nonong).

Cendet Jantan bila telah mencapai masa brahi yang cukup akan lebih rajin berkicau, dengan  nyanyian yang merdu dan variasi lagu yang bermacam-macam, selain itu burung juga tampak lebih agresif dari biasanya. Sedangkan Cendet Betina akan memiliki nada panggil sendiri untuk menandakan bahwa burung siap untuk di kawin oleh cendet jantan yang ditandai dengan usahanya membuat sarang.

Adapun burung cendet yang akan diternak sudah seharusnya adalah burung yang telah jinak dan paling tidak sudah tidak takut lagi dengan segala aktivitas manusia, agar burung lebih mudah dalam perawatannya maupun proses penjodohan.

sumber google image
Persiapan Sangkar/Kandang Ternak

Karena burung cendet adalah burung petarung dan burung predator maka sangkar ternak harus dibuat selebar mungkin agar selama masa penjodohan burung memiliki keleluasaan dalam terbang maupun bermain. selain itu di dalam sangkar sudah seharusnya juga disediakan tanaman perdu untuk bersembunyi dan tempat burung bertengger. 

Burung yang telah siap melakukan pembiakan akan mengumpulkan rumput dan ranting kecil untuk membuat sarang, untuk itu siapkanlah rumput kering di dasar sangkar agar burung bisa mengambilnya sendiri disana. adapun tempat menaruh sarang bisa anda persiapkan dari Batok kelapa yang diletakkan ditempat yang aman tidak kena hujan dan tidak diserang hama seperti tikus dan semut.

Ada baiknya selain menyiapkan pohon perdu dan tempat sarang dari batok kelapa, anda juga menyiapkan satu pohon yang lebih tinggi dan bercabang yang bisa dijadikan tempat burung menaruh sarangnya. 

Siapkanlah wadah pakan yang cukup besar, taruh ditempat yang aman dan tidak diganggu semut, wadah yang kami maksud adalah tempat menaruh jangkrik dalam jumlah tak terbatas, karena burung yang akan diternak harus disediakan makanan EF jangkrik dalam jumlah yang banyak selain juga memberikan Voer. 

Sebaiknya Sangkar penangkaran dibuat ditempat yang terbuka dengan satu sisi yang menghadap panas matahari, sementara bagian lain juga ada tempat yang teduh dan beratap. Pastikan pintu masuk terdiri dari dua pengaman pintu, sehingga burung tidak bakalan lepas, adapun model pintu yang kami maksud dapat anda surfei di KBS maupun di Taman Flora Surabaya (akan kami posting fotonya dikemudian hari).

Proses Penjodohan

Burung Cendet Betina yang telah siap berbiak / kawin lebih dulu di masukkan dalam sangkar besar (sangkar breeding) agar burung merasa aman di daerah tersebut, sementara Cendet Jantan biarkan dulu di luar di sangkar harian. Lihatlah bagaimana tingkah burung cendet jantan bila melihat burung cendet betina, bila burung lebih sering berkicau dan bernyanyi kemudian juga berusaha untuk mengejar betina, barulah burung di jadikan satu dalam wadah penangkaran.

Pada tahap awal penjodohan  bisa jadi burung akan saling bertengkar, bila si jantan yang menang dan mendominasi maka penjodohan akan berhasil, karena sifat cendet betina akan lebih mengalah kepada cendet jantan yang lebih jagoan. Lamanya waktu penjodohan tidak tentu tergantung kondisi burung dan ketersediaan pakan.

Bila burung sudah tampak jodoh, maka burung betina akan mulai mengumpulkan sarang, sementara Cendet jantan hanya melihat dan memantau keadaan. Selama masa penjodohan sebaiknya tidak memperlihatkan atau memperdengarkan suara burung cendet lain yang lebih gacor, agar cendet betina tidak penasaran dengan pejantan lainnya.

Untuk perawatan selama masa penjodohan, yang paling penting adalah menyediakan EF yang cukup, yaitu Jangkrik satu hari 50 ekor, UK 2 sendok makan dan UH 1 sendok. dengan disediakan EF yang cukup dipastikan burung akan lebih cepat berproduksi. Untuk mandi dan minum sebaiknya sediakan air yang bersih yang diganti setiap hari.

Bila burung cendet telah siap berproduksi, akan bertelur 2-3 butir telur tergantung kematangan induknya. dan akan mengeram selama +/- 21 hari. Setelah menetas, burung cendet piyikan sebaiknya diambil dan di suapi sendiri agar burung kelak menjadi burung yang jinak. Selain itu burung induknya juga biar segera berproduksi kembali.

Demikian Simulasi Cara Bertenak Burung Cendet/Pentet yang dapat saya bagikan, semoga bisa menjadi inspirasi bagi cendeters dimana pun anda berada. Bila anda telah berhasil breeding cendet dengan cara anda sendiri, maka dengan senang hati saya akan menerima masukan anda tentang Cara Berternak Cendet yang benar, sekaligus untuk penyempurnaan tulisan ini di blog Cendet Jatim